Sifat-Logam-dan-Nonlogam

Pengertian serta Sifat Logam dan Nonlogam untuk Anak Sekolah

Kadang kita melihat sendok berkilau di dapur atau kawat listrik yang lentur tapi kuat. Nah, semua itu adalah contoh logam. Sementara kapur tulis yang mudah rapuh atau belerang berwarna kuning adalah contoh nonlogam. Tapi, apa sebenarnya pengertian dari sifat Logam dan Nonlogam? Yuk, kita bahas bersama dengan bahasa yang sederhana tapi tetap bermakna.

Apa Itu Logam?

Logam adalah bahan padat yang biasanya berkilau, dapat ditempa, dan menghantarkan listrik maupun panas dengan baik. Bayangkan besi, tembaga, atau aluminium semuanya termasuk dalam golongan ini. Anak-anak sering menjumpainya di sekitar rumah tanpa sadar. Paku di dinding, gagang pintu, hingga kunci rumah adalah contoh umum logam.

Menariknya, sifat logam dan nonlogam sangat berbeda. Logam umumnya keras dan kuat, bisa dipanaskan tanpa mudah rusak, serta bisa dibentuk menjadi lembaran atau kawat. Sifat ini membuat logam banyak digunakan untuk membuat alat-alat yang tahan lama.

Mengenal Nonlogam Lebih Dekat

Nonlogam, sebaliknya, memiliki ciri yang bertolak belakang. Sebagian besar nonlogam tidak mengkilap, lebih rapuh, dan tidak menghantarkan panas maupun listrik. Misalnya, karbon dalam bentuk arang terasa ringan dan mudah hancur saat ditekan.

Walau begitu, nonlogam punya keunikan sendiri. Banyak nonlogam penting bagi kehidupan, seperti oksigen untuk bernapas atau nitrogen dalam udara. Jadi, meskipun terlihat sederhana, nonlogam sebenarnya punya peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan Sifat Logam dan Nonlogam

Bila dibandingkan, sifat logam dan nonlogam tampak sangat kontras. Logam cenderung padat dan berat, sementara nonlogam bisa berbentuk gas atau zat padat yang ringan. Logam bersifat ulet dan mudah dibentuk, sedangkan nonlogam rapuh dan mudah pecah.

Selain itu, logam memiliki permukaan yang mengkilap dan menarik cahaya, sedangkan nonlogam umumnya kusam. Dari perbedaan ini, anak-anak bisa belajar bahwa tiap bahan di alam memiliki kelebihan serta fungsi masing-masing.

Mengapa Penting Mempelajari Logam dan Nonlogam

Pelajaran tentang logam dan nonlogam bukan hanya sekedar hafalan. Ini membantu memahami bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Dari sains sederhana seperti membuat kabel mini dari tembaga hingga memahami mengapa lampu menyala, semuanya berkaitan dengan sifat logam dan nonlogam.

Mempelajarinya juga mengasah rasa ingin tahu. Anak-anak jadi lebih peka terhadap benda yang mereka gunakan, serta lebih menghargai ilmu pengetahuan yang bekerja di balik hal-hal kecil dalam kehidupan.

Contoh Penggunaan Logam dan Nonlogam

Logam digunakan untuk membuat kendaraan, jembatan, dan peralatan rumah tangga. Sedangkan nonlogam banyak ditemukan dalam bahan kimia, pupuk, dan perlengkapan medis. Keduanya bekerja saling melengkapi di berbagai bidang kehidupan.

Mengetahui pengertian serta sifatnya membantu kita memilih bahan yang tepat. Misalnya, kita tak akan membuat kabel dari kayu, atau panci dari karbon. Pengetahuan membuat kita berpikir lebih kritis setiap kali melihat benda di sekitar.

Ilmu yang Dekat dengan Kehidupan

Belajar sifat logam dan nonlogam bukan hanya soal sains, tapi juga soal cara melihat dunia. Dari sendok di meja makan hingga udara yang dihirup, semuanya bersinggungan dengan ilmu ini. Jadi, setiap kali melihat benda mengkilap atau rapuh, coba tebak itu logam atau nonlogam? Pelajari lebih dalam dan coba praktekkan apa yang sudah kita pelajari disini.